Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum PPWI, Dr. Dra. R.A. Ikeu Dewi Sartika, M.Pd., beserta jajaran pengurus. Hadir pula sejumlah Ketua DPD PPWI se-Jawa Barat, tokoh masyarakat, tokoh penting, serta undangan lainnya.
Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru, DPP PPWI serta DPD Kabupaten Garut dan Cimahi diharapkan mampu menjalankan amanah organisasi melalui berbagai program yang konkret dan berkelanjutan. Program tersebut tidak hanya ditujukan bagi kepentingan anggota, tetapi juga diharapkan memberikan dampak positif bagi keluarga dan masyarakat.
Ketua Umum PPWI, Dr. Dra. R.A. Ikeu Dewi Sartika, M.Pd., mengatakan PPWI hadir sebagai wadah bagi organisasi dan komunitas perempuan untuk bersama-sama memperjuangkan hak, meningkatkan kapasitas, serta membangun kemandirian perempuan.
Menurut Ikeu, keberadaan PPWI tidak semata-mata untuk kepentingan internal organisasi. Perempuan juga didorong agar mampu memberikan kontribusi nyata dalam kehidupan keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.
“PPWI merupakan wadah organisasi-organisasi perempuan yang ada di Jawa Barat maupun di luar provinsi. Yang ingin dicapai adalah bagaimana hak-hak dan kemandirian perempuan dapat diwujudkan sehingga keberadaan organisasi ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, keluarga, bangsa dan negara,” ujar Ikeu.
Ia menilai penguatan organisasi perempuan harus berjalan seiring dengan peningkatan kemampuan dan kemandirian para anggotanya. Perempuan, kata dia, perlu terus didorong untuk memiliki semangat berkarya sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki.
Ikeu juga mengingatkan perempuan agar tidak terjebak dalam sikap ketergantungan. Keberanian untuk berusaha, berkarya, dan memperjuangkan cita-cita, menurutnya, merupakan bagian penting dalam membangun kemandirian.
Dalam menjalankan program, PPWI Jawa Barat juga menekankan pentingnya sinergi antara kepengurusan tingkat provinsi dan daerah. Koordinasi dinilai menjadi kunci dalam mengembangkan potensi perempuan sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Berbagai bidang menjadi perhatian PPWI, mulai dari sosial budaya, olahraga, pendidikan hingga pertanian dan ketahanan pangan. Sektor pertanian, misalnya, dinilai dapat menjadi ruang bagi perempuan untuk berperan aktif melalui pemanfaatan lingkungan sekitar untuk kegiatan penanaman tanaman pangan.
“Di tingkat Jawa Barat, kegiatan yang dikembangkan antara lain di bidang sosial budaya, olahraga, pendidikan, serta pertanian, termasuk penanaman tanaman pangan. Ibu-ibu sangat bersemangat dan sudah memiliki tim maupun komunitas, baik di daerah maupun di tingkat provinsi,” jelas Ikeu.

Kepada seluruh perempuan yang tergabung dalam PPWI, Ikeu berpesan agar terus menjaga semangat dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan. Perempuan, tegasnya, harus berani melangkah, menggali potensi diri, dan mengambil bagian dalam berbagai bidang pembangunan.
“Harapan saya kepada seluruh perempuan Indonesia, kalau sudah melangkah jangan surut untuk mundur. Maju terus, pantang mundur,” tegasnya.
Penulis : Frisca




Posting Komentar