TINTAJABAR.ID, BANDUNG - Media BBC melaporkan kematian Affan memicu demonstrasi besar yang berujung bentrokan antara demonstran dan aparat kepolisian pada hari yang sama.
Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online berusia 21 tahun, meninggal dunia setelah ditabrak kendaraan taktis Brimob saat berlangsungnya demonstrasi di Jakarta pada Kamis, 28 Agustus 2025 malam.
Jenazah Affan dimakamkan pada Jumat, 29 Agustus 2025, di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat.
“Demonstrasi massal pecah di seluruh Indonesia, dengan bentrokan antara polisi dan demonstran setelah kematian seorang pengemudi ojol yang ditabrak kendaraan polisi,” tulis BBC.
“Kerusuhan itu dipicu oleh kematian Affan Kurniawan, 21 tahun, yang ambil bagian dalam demonstrasi anti-pemerintahan, Kamis,” lanjut laporan BBC.
Bentrokan antara polisi dan demonstran dilaporkan meningkat setelah pemakaman Affan Kurniawan.
“Setelahnya para demonstran berkumpul di luar gedung markas kepolisian meminta keadilan atas kematiannya,” tulis BBC.
Media itu juga menyoroti kekerasan yang terjadi di beberapa kota besar Indonesia, termasuk Makassar, yang menelan tiga korban jiwa setelah gedung DPRD dibakar oleh massa.
Di Jakarta dan Surabaya, aparat kepolisian menembakkan gas air mata ke arah para demonstran.
BBC menyebut tensi semakin meningkat seiring konflik yang terjadi di jalanan.
Demo juga berlangsung di depan markas Brimob di Kwitang, Jakarta Pusat.
“Polisi menembakkan gas air mata dari dalam markas dengan demonstran juga berusaha memblokade konvoi polisi dan melemparkan batu ke kendaraannya,” tulis BBC.
The Independent mengutip pernyataan Presiden Prabowo Subianto serta pejabat Indonesia lainnya menanggapi insiden tersebut.
Kami harap semua pihak bisa menahan diri dan memprioritaskan resolusi damai. Jakarta rumah kita bersama, dan kita harus mempertahankan harmonisasi dan ketertiban,” tulis media itu mengutip Gubernur Jakarta Pramono Anung.
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan penyelidikan atas kematian Affan Kurniawan, menyatakan kaget dan kecewa atas tindakan berlebihan aparat kepolisian.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permintaan maaf atas kematian Affan Kurniawan.
“Kami meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada korban, keluarganya dan seluruh komunitas taksi online,” tulis The Independent mengutip pernyataan Kapolri.
“Saya sangat menyesali apa yang terjadi,” tambahnya.
(Istimewa)

Posting Komentar